Rabu, 05 Agustus 2009

LPJ Ketua Umum PK IMM DY-ISHUM UIN SUNAN KALIJAGA 2008/2009

LAPORAN KEBIJAKAN PK IMM DAKWAH-ISHUM UIN SUNAN KALIJAGA CABANG KABUPATEN SLEMAN

KETUA UMUM
Pada musyawarah komisariat yang lalu, tepatnya tanggal 26-27 Agustus 2008 silam secara demokratis teman-teman seperjuangan saya di komisariat ini memberikan kepercayaan pada saya untuk menahkodai kapal komisariat ini. Dengan harapan yang tinggi dalam menatap masa depan, menggenggam ambisi untuk membangkitkan kembali komisariat yang telah mengalami masa kurang mengenakkan pada masa jabat sebelumnya (2007/2008) kami selaku ketua umum memiliki mimpi agar kami tidak terjatuh untuk yang kedua kalinya.
Mungkin dapat kita bayangkan, bagaimana kami yang baru saja menyekesaikan perkaderan dasar (DAD) tidak mendapatkan pengarahan dan anyoman yang layak tentang bagaimana dan jalan apa yang harus kami tempuh dalam menjadi aktifis dalam ikatan ini dari para pemimpin kami ketika itu, kemudia tidak sampai setahun setelah DAD kami harus menjalankan roda kepemimpinan komisariat.
Akan tetapi kami selaku ketua umum yakin bahwa angkatan kami bukanlah sekumpulan pecundang, kami dapat bangkit dan bersaing dengan komisariat-komisariat lain yang mungkin, bahkan saya yakini, mendapatkan pengarahan yang lebih maksimal dari para pendahulu mereka untuk bergerak dalam ikatan ini. Kami selaku ketua umum tidak ingin mengulangi sejarah kelam, kami selakun ketua umum tidak ingin komisariat ini karam, dan dengan segala kekurangan dan kelebihannya saat ini kami masih berdiri disini sama seperti kurang lebih seperti setahun yang lalu untuk mempertanggung jawabkan segala kebijakan kami kurang lebih setahun kepemimpnan kami.

Pada rapat kerja yang kami lakukan sebulan setelah susunan kepengurusan kami terbentuk, maka lahirlah beberapa kewajiban yang harus kami lakukan selaku keetua umum, antara lain :

1. Koordinasi dan konsolidasi kader.
2. Pertemuan pengurus harian.
3. Pertemuan seluruh anggota.

Pada tiga kewaijban pertama yang kami sebutkan selaku ketua umum, kami melakukan berbagai pendekatan untuk melakukannya, mulai dari yang bersifat formal hingga yang informal.
Ada pun yang bersifat formal kami meminta agar seluruh anggota dapat berkumpul pada hari yang kami sepakatai, yaitu hari senin dan kamis, ada pun jika sekiranya benar-benar ada hal yang mendesak kami bias saja mengajak teman-teman seperjuangan kami di komisariat ini untuk berkumpul di luar waktu kesepakatan ini. Ada pun cara informal yang kami lakukan adalah dengan elalui pendekatan-pendekatan cultural.
Dalam melakukan pendekatan-pendekatan ini, kami tidak hanya menekankan pada para kader yang merupakan pengurus dan eks DAD saja, bahkan kami selaku ketua umum juga kerap mengundang para pendahulu yang “melepaskan kami begitu saja” untuk ikut bergabung bersama kami. Dan tidak jarang dari perteuan-pertemuan informal ketua umum mendapatkan sebuah gagasan menarik dari kader yang selama ini terkesan “pelengkap” tiap kali kami kumpul, dimana gagasan itu kami harap dapat dimaksimalkan oleh pimpinan selanjutnya.
Adapun hambatan yang kami dapatkan dalam menjalankan tiga kewajiban ini adalah, adanya kesibukan yang dimiliki oleh para kader kami yang sekiranya harus kami maklumi, sebagai contoh ada kader kami yang aktif dan menjadi pengurus dalam organisasi elain IMM, dan Syukurnya masih merupakan ortom Muhammadiyah, seperti IPM dan KOKAM. Ada pun teman-teman yang “hilang” tanpa kabar memang kami sayangkan, dan hanya kami beri teguran ringan berupa pertanyaan singkat pada yang bersangkutan saat kami bertemu di lain hari perihal ketidak hadirannya, kamii tidak memberikan hukuman tertentu karena memang kami selaku ketua umum memang tidak pernah memberikan sanksi yang tegas pada tiap kader yang mangkir saat pertemuan.
Maka saran yang kami berikan pada ketua umum selanjutnya siapa pun yang terpilih kelak, dalam sebuah seminar yang pernah saya ikuti salah seorang pembicara pernah mengatakan ; “organisasi yang sering berkumpul dengan seluruh anggotanya adalah sebuah organisasi yang cepat berkembang”, oleh karena itu jika siapa pun anda ketika terpilih menggantikan kami selaku ketua umum bertindak tegaslah pada anggota, dalam hal ini ketika megundang untuk berkumpul melakukan rapat konsolidasi dan koordinasi, tapi ingat bahwa tegas tidak selalu dengan cara kasar dan menyinggung perasaan yang bersangkutan.

4. konsolidasi dengan Komisariat lain
Kami selaku ketua umum kerap berkonsolidasi dengan komisariat-komisariat lain guna meneguhkan dan membentangkan layar ikatan ini. Kami selaku ketua umum alhamdulillah belum pernah mangkir dalam pertemuan seluruh PK yang di koordinir oleh KORKOM ketika masih dagawangi oleh IMMawan Muh Ramli, kami kerap melakukan konsolidasi yang bersifat “serius tapi santai” di warung kopi ‘Blandongan’ pada waktu-waktu yang di tentukan oleh KORKOM.
Selain dibawah pengawasan KORKOM ketua umum juga suka bertukar ilmu dan berbagi pengalaman dengan PK dari komisariat lain untuk menambah wawasan mengarungu dunia samudra aktifis yang bergelombang.
Kesulitan yang ketua umum dapatkan alhamdulillah bukan merupakan perkara yang berarti dan dapat merusak acara konsolidasi antar komisariat, saya bersyukur karena teman-teman dari PK komisariat lain dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan kami.
Maka saran saya pada ketua umum selanjutnya, siapa pun anda teruslah melakukan konsolidasi dengan PK komisariat yang lain, karena anda bisa mendapatkan “ilham” dalam menahkodai kapal komisariat ini, dan jika, sebut saja KORKOM, tidak maksimal dalam mewadahinya maka jangan ragu untuk anda ambil alih.

5. Konsolidasi Dengan Organisasi Lain
Ketua umum melakukan konsolidasi terhadap organisasi lain dengan harapan untuk menambah dan mempererat persaudaraan kita sebagai umat manusia pada umumnya dan sebagai sesama muslim pada khususnya.lebih dari itu agar dari konsolidasi tersebut dapat membantu kami menjalankan program kerja yang telah ikatan ini sepakati bersama. Ada pun konsolidasi yang ketua umum lakukan adalah ;
- Konsolidasi dengan Tim kesehatana as-Syifaa, ketua umum melakukan konsolidasi ini dengan harapan dapat membantu, dalam hal ini Bidang Dakwah & Sosial, menjalankan program kerja mereka.
- Konsolidasi dengan HMI DIPO, konsolidasi ini ketua umum lakukan untuk membantu, dalam hal ini khususnya Bidang Hikmah, dalam menghadapi pemilwa di Fakultas ISHUM.
- Konsolidasi dengan PMII, konsolidasi ini ketua umum lakukan juga dalam suasana pemilwa dengan tujuan agar kader ikatan ini dari Fakultas Dakwah mendapat jatah dalam BEM maupum SEMA.

Kesulitan yang ketua umum alami adalah sulitnya menemukan kata sepakat dengan organisasi lain tersebut, dan ketika kami telah menemukan kata sepakat, kader yang kami harap dapat mengisi tempat yang telah kami sepakati tersebut tenyata tidak siap, dan perundingan yang telah kami laksanakan secara alot jadi tersia-sia.
Maka ketua umum sarankan, bahkan kami minta, pertama pada ketua umum berikutnya siapa pun anda, dalam pemilwa anda harus bias lebih mencari celah untuk mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan kita, jangan pernah menyerah ketika menemukan perundingan yang a lot. Dan untuk para kader, agar para kader ikatan dapat benar-benar meresapi makna dari tema musykom kali ini, agar kalian tidak lagi menyia-nyiakan kesempatan yang mungkin tidak akan datang lagi .

6. Musykom
Dengan menunjuk IMMawan malik hidayatulloh selaku ketua panitia pelaksana, IMMawan Irfan Zakki selaku kordinator Tim Materi, dan IMMawan Irkham selaku kordinator Tim panlih, saat ini kami ada disini insya Allah siap mempertanggung jawabkan kepemimpinan kami masa bakti 2008/2009.
Kesulitan yang ketua umum hadapi adalah berhubung saat kami merancang musykom ini pada saat liburan panjang maka teman-teman kami yang berada diluar DIY tidak dapat masimal membantu dalam menyukseskan musykom kali ini, dan yang cukup saya sayangkan belum dapat diindahkannya himbauan saya mengenai musykom pada teman-teman yang sedang berada di kampung halaman. Akan tetapi beruntung, para kader baru dan orang-orang yang telah saya beri amanah lainnya saya rasa berhak menerima penghormatan dari usahanya dalam menyukseskan acara ini.
Saran kami selaku ketua umum adalah, sekali lagi meminta pada ketua umum berikutnya siapa pun anda, untuk bisa tegas dalam mensikapi para kader yang mangkir untuk alasan yang sekiranya kurang bias diterima, setidaknya berupa surat peringatan.

Teruslah bejuang saudara-saudara ku,. Untuk dirimu, bangsamu, dan Tuhanmu. Masih banyak yang harus kita selesaikan, masih banyak pula yang harus kita perbaiki. Maksimalkan akalmu sebagai kemudimu, dan al Qur’an sebagai penuntunmu, ingatlah sabda rasul SAW “akan tiba suatu masa dimana Al Qur’an akan berpisah dengan kepemimpinan, dan ketika hari itu tiba janganlah kamu perpisah daripadanya (al qur’an)”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar